Al Majmu Syarah Al Muhadzdzab 32 Jilid

Azahari Hassim

“Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab” adalah salah satu karya besar dalam fiqh mazhab Syafi’i yang dikarang oleh Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi (631–676H / 1233–1277M). Kitab ini merupakan syarah (penjelasan) bagi kitab “Al-Muhadzdzab” karya Abu Ishaq As-Syirazi (393–476H / 1003–1083M), yang merupakan salah satu kitab fiqh klasik dalam mazhab Syafi’i.

1. Identitas Kitab

• Nama kitab: Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab

• Pengarang: Imam An-Nawawi (Namun, kitab ini tidak selesai dan dilanjutkan oleh ulama lain setelahnya).

• Kitab asalnya: Al-Muhadzdzab karya Imam Abu Ishaq As-Syirazi.

• Mazhab: Syafi’i

• Bidang ilmu: Fiqh Islam

2. Kandungan dan Keistimewaan

1. Penjelasan mendalam tentang fiqh Syafi’i

• Kitab ini membahas hukum-hukum fikih secara rinci, mulai dari ibadah (sholat, puasa, zakat, haji), muamalat (jual beli, nikah, waris), hudud, qadha’, dan banyak lagi.

2. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadis

• Imam An-Nawawi tidak hanya menjelaskan pendapat dalam mazhab Syafi’i, tetapi juga menyertakan dalil dari Al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas.

3. Perbandingan dengan Mazhab Lain

• Selain menjelaskan mazhab Syafi’i, Imam An-Nawawi juga membandingkan pendapat dalam mazhab lain seperti Hanafi, Maliki, dan Hanbali.

4. Pendekatan Kritis terhadap Hadis

• Imam An-Nawawi yang juga seorang ahli hadis, sering menilai kualitas hadis yang digunakan dalam fiqh. Jika suatu hadis dha’if (lemah), ia akan mengkritisinya dan menyebutkan hadis yang lebih sahih.

5. Tertib dan Sistematika yang Jelas

• Kitab ini disusun dengan sangat sistematis, dimulai dari bab ibadah, muamalat, hudud, jinayat, dan seterusnya.

3. Kekurangan: Tidak Selesai Ditulis oleh An-Nawawi

Imam An-Nawawi meninggal dunia sebelum sempat menyelesaikan kitab ini. Kitab ini hanya sampai pada Bab Riba dalam Kitab al-Buyu’ (jual beli).

Setelah itu, beberapa ulama mencoba melanjutkan dan melengkapinya, di antaranya:

• Taqiyuddin As-Subki (683–756H): Melanjutkan sebagian pembahasannya.

• Al-Mutawalli dan ulama lainnya juga berkontribusi dalam melengkapinya.

4. Kedudukan dan Pengaruh Kitab Ini

• Kitab ini dianggap salah satu rujukan utama dalam fiqh mazhab Syafi’i.

• Banyak ulama menggunakan kitab ini sebagai dasar dalam fatwa dan pengajaran fiqh.

• Meskipun tidak selesai, isi kitab ini tetap menjadi referensi utama dalam madzhab Syafi’i.

5. Kitab-Kitab Lanjutan yang Merujuk pada Al-Majmu’

Beberapa kitab yang merujuk pada Al-Majmu’ antara lain:

• “Mughni al-Muhtaj” karya Al-Khatib As-Syarbini.

• “Tuhfatul Muhtaj” karya Ibnu Hajar al-Haitami.

• “Nihayat al-Muhtaj” karya Ar-Ramli.

Kesimpulan

• “Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab” adalah salah satu kitab fiqh mazhab Syafi’i yang paling komprehensif.

• Imam An-Nawawi menggunakan pendekatan dalil yang kuat, serta membandingkan pendapat dari berbagai mazhab.

• Kitab ini tidak selesai ditulis, tetapi tetap menjadi rujukan penting dalam hukum Islam.